Senin, 13 April 2015

Definition Adverb, Adjective, and Degree of Comparison

Definition Adverb 

An adver ia a word or set of words that modifies verbs, adjetives, or other adverbs.
  • he speaks slowly (modifies the verb speaks)
  • he is especially clever (modifies the adjective clever)
  • he speaks all too slowly (modifies the adverb slowly)
An adverb answer how, when, where, or to what extent-how often or how much.
  • he speks slowly (answer the question how)
  • he speaks very slowly (answers the question how slowly)
Definition Adjective

An adjective is a word or set of words that modifies a noun or pronoun. Adjectives may come before the word they modify.
  • that is a cute puppy
  • she likes a high school senior
Adjectives may also follow the word they modify:
  • that puppy looks cute
  • the technology is state-of-the-art
Definition Degree of Comparison

Degree of Comparison are used when we compare one person or one thing with another.
There are three Degree of Comparison in English:
  1. Positive degree : when we speak about only one person or thing, we use the positive degree
  2. Comparative degree : when we compare two persons or two things with each other, we use both the positive degree and comparative degree.
  3. Superlative degree : when we compare more than two persons or things with one another, we use all the three positive, comparative and superlative degree

http://www.grammarbook.com/grammar/adjAdv.asp
http://www.english-for-students.com/Degrees-of-Comparison.html


Minggu, 12 April 2015

From Paris to Eternity

    From Paris to Eternity adalah novel ke-2 lanjutan Eiffel, Tolong! oleh Clio Freya. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI, Jakarta, Februari 2010. Di novel ke-2 ini menceritakan pengalaman Fay di Paris untuk kedua kalinya, tetap seru, menarik dan bikin penasaran. Tugas baru menanti Fay di Paris dan pastinya diperlukan latihan yang keras dan disiplin yang tinggi. Dan yang lebih bikin penasaran adalah kisah cinta antara Fay, Kent dan Reno

Berikut adalah sinopsis novel ke-2 Clio Freya " From Paris to Eternity"

From Paris to Eternity


     Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.
     Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris, ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris.
    Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain keuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
   Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philipe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya pada Kent, juga Reno.
    Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.


Freya,Clio. 2010.From Paris to Eternity.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama
       

Adverb, Adjective and Degree of Comparison

Tugas Softskill Bulan Kedua B. Inggris Bisnis 2

Exercise 26 : Adjectives and Adverbs

1. well
2. intense
3. brightly
4. fluent
5. fluently
6. smooth
7. accurately
8. bitter
9. soon
10. fast

Exercise 27 : Linking (Copulative) Verbs

1. terribly
2. well
3. good
4. calmly
5. sick
6. quickly
7. diligently
8. vehemently
9. relaxed
10. noisy

Exercise 28 : Comparisons

1. as soon
2. more important
3. as well
4. more expensive
5. as hot
6. more talented
7. more colorful
8. happier
9. worse
10. faster

Exercise 29 : Comparisons

1. than
2. than
3. from
4. than
5. as
6. than
7. as
8. than
9. than
10. from

Exercise 30 : Comparisons

1. better
2. happiest
3. faster
4. creamiest
5. more colorful
6. better
7. good
8. more awkwardly
9. least
10. prettier
11. the best
12. from
13. less impressive
14. the sicker
15. when
16. twice more than
17. few
18. much
19. farthest
20. more famous

Exercise 31 : Nouns Functioning as adjectives

1. twelve story
2. language
3. three act
4. two day
5. 79 piece
6. five shelve
7. 16 ounch
8. six quart
9. brick
10. ten speed

Exercise 32 : Enough

1. enough people
2. french enough
3. enough time
4. fast enough
5. soon enough
6. early enough
7. hard enough
8. enough slowly
9. enough flour
10. enough books

Selasa, 17 Maret 2015

Conditional sentences

Tugas Softskill Bulan Pertama B.Inggris Bisnis 2

exercise 21: conditional sentences

  1. were understand
  2. wouldn't have been
  3. will give
  4. would have told
  5. would have been
  6. had
  7. stopped
  8. need
  9. would have found
  10. had enjoyed
  11. will paint
  12. were
  13. writes
  14. had permitted
  15. could spend
  16. will accept
  17. buy
  18. had decided
  19. would have written
  20. will be leak
  21. would have studied
  22. is hear
  23. see
  24. gets
  25. turn
  26. were
  27. would have called
  28. would have talked
  29. explained
  30. spoke
exercise 22: used to
  1. eat
  2. eating
  3. swimming
  4. liking
  5. speaking
  6. studying
  7. dancing
  8. sleep
  9. eating
  10. eating
exercise 23: would rather
  1. stay
  2. have stayed
  3. have worked
  4. studied
  5. not studied
  6. have
  7. stood
  8. non cook
  9. hadn't arrived
  10. have slept
exercise 24: must/should + pervective
  1. should have had
  2. must have been
  3. must have damaged
  4. must not have parked
  5. must have studied
  6. should have studied
  7. must have been
  8. should have deposited
  9. must have forgotten
  10. must not have studied
exercise 25: modals + perfective
  1. I would
  2. would have gone
  3. may have had
  4. must have done
  5. must have forgotten
  6. may have slept
  7. might have had
  8. would have lost
  9. shouldn't have driven
  10. may have run

Conditional Sentences

pola real present (type 1)

If + subject +V1 / simple resent tense            , Subject + will + V1 / simple present tense                       or                                                                             or
If + subject + tobe present + adjective / noun , Subject + will be + adjective / noun
 pola unreal present (type 2)
If + subject + V2/ simple past tense                , Subject + would + V1 / past future tense
                               or                                                                                  or
If + subject + were + adjective / noun             , Subject + would be + adjective / noun  
pola unreal past (type 3)
 If + subject + had + V3/ past perfect              , Subject + would have + V3 / past perfect
                                 or                                                                                or
If + subject + had been + adjective / noun   , Subject + would have been + adjective/noun
Subjunctive

  1. subjunctive wish
pola future
subject 1 + wish (that) + subject 2 + could + V1/ could be + adjective/ noun
                                                                       or
 subject 1 + wish (that) + subject 2 + would + V1/ would be + adjective/ noun
                                                                       or
subject 1 + wish (that) + subject 2 + were + V-ing
pola present
subject 1 + wish (that) + subject 2 +  V2/ were + adjective/ noun
                                                                      or
          subject 1 + wish (that) + subject 2 + could have + V3/ could have been + adjective/ noun
                                                                      or
subject 1 + wish (that) + subject 2 + had + V3/ had been + adjective/ noun 
pola past
subject 1 + wished (that) + subject 2 + had + V3/ could have + V3
                                                                      or
subject 1 + wished (that) + subject 2 + had been/ could have been + adjective/ noun 
    2. subjective as if/ as though
pola present
subject 1 + verb (present) + as if/ as though + subject 2 + V2/ were 
pola past 
subject 1 + verb (past) + as if/ as though + subject 2 + V3/ had been  
    3. subjective if only
pola present
if only + subject + V2/ were
pola past 
if only + subject + had + V3/ had been
    4. subjective would rather
pola present
subject 1 + would rather + subject 2 + V2/ were + present time signal
pola past 
subject 1 + would rather + subject 2 + had +V3/ had been + past time signal 

Suhud, Aswir, M.Pd.2013.Smart Way to the Grammar.Jakarta:Dunia Cerdas








Traces of Love


     Trace of Love adalah novel ke-3 lanjutan Eiffel, Tolong! dan From Paris to Enternity oleh Clio Freya. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI, Jakarta, September 2014. 
     Awalnya saya sama sekali nggak suka yang namanya baca novel, tapi waktu ada tugas akhir sekolah untuk nenganalisis sebuah novel.. mau nggak mau harus baca novel. saya milih novel Eiffel, Tolong! pertama kali karena pas saya baca sinopsisnya sangat menarik, dan ternyata setelah saya baca novelnya ... wahhh keren banget, seru banget dan bikin penasaran. Sejak itu saya sampai sekarang selalu menanti novel karya Clio Freya. Dan sekarang udah novel ke-3 karya Clio Freya ceritanya makin seru dan keren.

Berikut adalah sinopsis novel ke-3 Clio Freya " Traces of love"


Traces of Love



Sebulan setelah lewat sejak Fay diterima menjadi anggota keluarga McGallaghan .
     Lewat kehidupan yang nyaris sempurna di kastil McGallaghan di Paris, Fay berjuang melalui kesedihan akibat kehilangan kedua orangtuanya, sembari mencoba beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, termasuk Kent dan Reno. Pada saat yang bersamaan, Fay menjalin komunikasi dengan Enrique Davalos, cowok keren berambut cepak asal Venezuela yang dikenalnya di kafe.
     Setelah ulang tahun Fay yang kedelapan belas yang dirayakan dengan jamuan megah, pamannya, Andrew McGallaghan, menyatakan bahwa masa berkabung Fay telah usai. Fay pun diarahkan untuk mengetahui seluk-beluk keluarga secara lebih dalam, termasuk mengenal Core Operation Unit, badan intelijen dibawah naungan keluarga McGallaghan.
     Sejalan dengan waktu, hubungan antara Fay dan Enrique terjalin semakin erat. Kent dan Reno pun membayangi gerak-gerik Fay, masing-masing dengan alasan tersendiri. Bagi Fay, hubungannya dengan Enrique berjalan sempurna, hingga Andrew McGallaghan mulai memainkan kartunya satu demi satu.
     Fay pun dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti perintah pamannya dengan mengorbankan perasaannya, atau mendahulukan perasaannya dan menghadapi kemarahan pamannya.


Freya,Clio.2014.Traces of Love.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama

Kamis, 25 Desember 2014

KARANGAN

Pengertian Karangan dan Jenis Karangan

Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Berdasarkan tujuannnya, jenis karangan dibagi dalam jenis-jenis berikut ini:
1.      Karangan narasi
Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.
Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.

Ciri-ciri / karakteristik karangan Narasi:
a.       Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b.      Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir 
c.       Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
d.      Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

Contoh:
            Minggu, 23 April 2006, pukul 08.00 pagi, peserta perjalanan “Susur Sungai Cikapundung” sudah mulai berkumpul di sekretariat KMPA di Sunken Court W-03. Satu jam kemudian, rombongan berangkat menuju Curug Dago, dengan sedikit naik ke arah hulu dimana perjalanan itu dimulai. Tanpa ragu, peserta mulai menyusuri Cikapundung meskipun ketinggian air hampir mencapai sebatas pinggang. Ketinggian air pun meningkat sekitar 50cm setelah hujan deras mengguyur Bandung hampir sehari penuh kemarin, Sabtu 22 April 2006. Hari tersebut bertepatan dengan Hari Bumi. Derasnya air Sungai Cikapundung tidak mengecilkan hati para peserta yang mengikuti acara “Susur Sungai Cikapundung”. Acara “Susur Sungai Cikapundung” ini merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan Pekan Hari Bumi se-ITB yang diadakan oleh Unit Kegiatan KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam) yang bekerja sama dengan PSIK (Perkumpulan studi Ilmu Masyarakat). Acara “Susur Sungai Cikapundung” ini diikuti oleh 24 orang yang terdiri atas berbagai unit kegiatan ITB seperti PSKI, KMPA, Teknik Pertambangan, Nymphea, Planologi dan 3 orang pelajar dari SMP Al-Huda dan satu pelajar dari SMK Dago. (Somad, 2007)

2.      Karangan deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi:
a.       Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
b.      Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar sendiri suatu objek yang dideskripsikan
c.       Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d.      Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif) atau sikap penulis

Contoh:
            Lapangan sekolah kami berada tepat di tengah-tengah gedung sekolah. Di setiap sisi lapangan terdapat taman-taman kecil dengan aneka bunga dan tumbuhan lainnya. Lapangan tersebut berukuran setengah 100 x 120 meter. Lumayan luas, bukan? Selain untuk upacara penaikan bendera, kadang kami menggunakan lapangan tersebut untuk bermain basket atau sepak bola. Di sebelah utara, tepatnya di dekat kelas kami, terdapat tiang bendera. Adapun di sebelah timur dan barat terdapat ring basket. Di bagian-bagian tertentu ada lubang yang berguna sebagai pancang tiang untuk net voli atau net sepak takraw. (Somad, 2007)


3.      Karangan eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Dikemukakan data dan fakta untuk memperjelas pemaparan.

Ciri-ciri / karakteristik karangan Eksposisi:
a.       Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
b.      Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
c.       Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d.      Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e.       Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Contoh:
            Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza. Adapun definisi dari berbagai kasusnya adalah sebagai berikut.
1.      Kasus suspect
Adalah kasus seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temperatur 38oC), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau beringus serta dengan salah satu keadaan. Hal ini terjadi biasanya karena seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung. Kemudian, orang tersebut kontak dengan virus flu burung yang dalam masa penularan. Hal lainnya jika orang yang bekerja pada suatu laboratorium dan sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung.
2.      Kasus probable
Adalah kasus suspect disertai salah satu keadaan bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1). Misalnya, test HI yang menggunakan antigen H5N1 dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonial gagal pernapasan atau meninggal dan terbukti tidak adanya penyebab lain. (Somad,2007)

4.      Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.

Ciri-ciri / karakteristik karangan argumentasi :
a.       Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
b.      Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
c.       Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d.      Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
e.       Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Contoh:
Dengan perubahan pola pada program ospek, yakni dengan meninggalkan pola perpeloncoan, tentunya masyarakat lebih banyak yang setuju. Lain halnya terhadap ospek yang disertai hukuman-hukuman dengan alasan menguji mental, menempa kekuatan fisik, sumpah serapah, atau mengenakan atribut lucu-lucuan, mungkin akan lebih banyak yang menolaknya. Bagi para orangtua, misalnya-di samping bangga dan bahagia- sudah cukup berat dan repot tatkala anaknya diterima di perguruan tinggi. Mereka bukan saja harus menyediakan dana cukup besar untuk bayar uang kuliah, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan lain seperti uang kos dan biaya sehari-hari bagi mereka yang berasal dari luar kota. Jika dibebani lagi harus beli ini itu untuk kegiatan ospek, rasanya beban tersebut semakin menumpuk. Lebih kecewa dan sakit lagi jika anaknya tiba-tiba harus pulang karena jadi korban kelalaian mahasiswa seniornya. Sekali lagi, kita patut bersyukur karena tampaknya kegiatan ospek di kampus-kampus sudah ada perubahan ke arah yang lebih bermakna positif. Sudah  saatnya kita meninggalkan perpeloncoan. Hidup ini sudah begitu keras untuk diperjuangkan, jangan ditambah lagi dengan kekerasan yang lain. (Somad,2007)

5.      Karangan persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Karangan ini pun memerlukan data sebagai penunjang.

Ciri-ciri / karakteristik karangan persuasi :
a.       Terdapat himbauan atau ajakan
b.      Berusaha mempengaruhi pembaca

Contoh:
            Jika senang berpergian, Anda tentuya memiliki banyak persiapan dalam menghadapi liburan ini. Persiapanyang terpenting adalah kesehatan fisik. Anda tidak mungkin dapat berlibur jika terserang penyakit. Oleh karena itu, kami ciptakan sebuah produk multivitamin terbaik. Selain vitamin A, B kompleks, dan vitamin C, multivitamin ini pun diperkaya oleh vitamin D yang dapat menguat tulang, serta vitamin E agar kulit anda senantiasa sehat. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, berbagai aktivitas dapat anda lakukan dengan bersemangat. Jika anda ingin senantiasa sehat dan mendapat khasiat dari Xavier-C, segera kunjungi apotek terdekat di kota anda. Dijamin, anda tidak akan pernah merasa kecewa. (Somad,2007)

Perbedaan karya ilmiah dan non ilmiah

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek:
1.      karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

2.      karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi
.
3.      dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Kriteria metode ilmiah

1.      Berdasarkan fakta
Hal-hal yang didapatkan dari penelitian seperti berbagai keterangan, penjelasan, atau uraian untuk digunakan dalam analisanya harus berdasarkan fakta, bukan dari khayalan, perkiraan, legenda, atau kegiatan sejenisnya.

2.      Bebas dari prasangka
Menggunakan prasangka dan pertimbangan berdasarkan subjektif tidak termasuk dalam metode ilmiah, oleh karena itu dalam penelitian ilmiah harus bersifat bebas dari kedua hal tersebut serta menggunakan alasan dan bukti yang lengkap dan menggunakan pembuktian yang objektif.

3.      Menggunakan prinsip analisa
Prinsip analisa digunakan untuk memberikan arti terhadap fenomena yang kompleks. Tidak hanya itu semua masalah harus dicari penyebab dan pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis.

4.      Menggunakan hipotesa
Hipotesa digunakan untuk menjadi pedoman penelitian dan sekaligus pedoman pemecahan suatu masalah. Selain itu hipotesa digunakan untuk membantu dalam menentukan data yang harus dikumpulkan sehingga hanya informasi yang relevan dengan tujuan penelitian saja yang harus dikumpulkan.

5.      Menggunakan ukuran objektif
Penggunaan ukuran yang objektif harus ada dalam sebuah penelitian atau analisa. Karena dalam penelitian tidak benarkan dengan menggunakan metode perkiraan, atau dengan perasaan.

6.      Menggunakan teknik kuantifikasi
Ukuran-ukuran yang dapat diperlakukan dengan teknik kuantifikasi antara lain adalah ton, mm per detik, ohm, kilogram dan sebagainya. Kuantifikasi yang paling mudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking, dan rating.

Sikap ilmiah

1.      Rasa ingin tahu
Selalu terdorong untuk lebih banyak ingin mengetahui. Caranya dengan membaca buku, bertanya kepada orang yang lebih tahu, mengadakan pengamatan, dan melakukan percobaan sendiri.

2.      Kejujuran
Mencatat sesuai dengan hasil pengamatan, meskipun tidak sesuai dengan yang diharapkan.

3.      Ketekunan
Tidak mudah putus asa jika hasil percobaan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak segan-segan mengulangi percobaan.

4.      Ketelitian
Tidak ceroboh, baik dalarn merencanakan, menggunakan alat maupun bahan, mengukur, mencatat data, mengolah data, dan dalam menarik kesimpulan.

5.      Obyektivitas
Pendapat dan kesimpulan yang diarnbil harus berdasarkan fakta yang ada, bukan berdasarkan pendapat pribadi atau orang lain.

6.      Keterbukaan
Mau bekerja sarna dengan orang lain, mau menerima kritikan atau saran dari orang lain yang bersifat membangun, dan mau memberikan pengalarnannya kepada orang lain.

Langkah-langkah penulisan ilmiah

1.      Menentukan dan merumuskan masalah
Langkah ini meliputi menentukan dan merumuskan hal-hal apa saja yang perlu diselidiki dan dipelajari untuk memperoleh jawaban. Dalam merumuskan masalah, kita perlu membuat daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan biasanya diawali dengan kata tanya apa, mengapa, siapa, bagaimana, dan di mana.
Contoh: mengapa tanaman tumbuh ke arah sinar matahari?

2.      Mengumpulkan data
Mengamati dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan masalah yang diselidiki.
Contoh: tanaman dalam pot tumbuh ke arah jendela.

3.      Membuat hipotesis
Membuat dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah yang diselidiki.
Contoh: pertumbuhan tanaman dipengaruhi cahaya.

4.      Melakukan eksperimen (percobaan)
Percobaan dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis. Biasanya, percobaan dilakukan berulang kali sehingga dapat ditarik kesimpulan yang baik dan benar. Contoh: sepuluh tanaman diberi perlakuan penyinaran di salah satu sisi tan am an tersebut.

5.      Menarik kesimpulan
Setelah dilakukan beberapa percobaan, maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh cahaya.

DAFTAR PUSTAKA